Lappung – Video pemalakan di Jembatan Tegineneng Pesawaran hoax, usai viral di media sosial pada Minggu, 17 April 2023.
Polda Lampung memastikan video viral di media sosial terkait adanya pemalakan di Jembatan Tegineneng, Pesawaran, Lampung, adalah hoax.
Baca juga : Komplotan Pemalak Sopir Truk Asal Kampung Bugis Menggala Diamankan Polisi
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, membenarkan hal tersebut.
Kata Pandra, hal itu didapat dari hasil konfirmasi langsung ke Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo, bahwa video itu tidak benar adanya.
“Lokasi di video dan lokasi terbaru saat ini saja sudah sangat jauh sekali perbedaannya,” kata Pandra, Minggu, 17 April 2023.
Dia melanjutkan, salah satu video yang viral tersebut adalah hoax dilihat dari adanya lokasi jalan yang tidak mulus atau rusak.
Padahal, untuk kondisi jalan di lokasi tersebut, hingga sampai saat ini masih terlihat mulus.
Baca juga : Bawa Sabu, Sopir Truk Lintas Pulau Diamankan Polres Lampung Tengah
“Jalan itu digunakan kendaraan baik bermotor maupun mobil untuk jalur alternatif mudik lintas Sumatera,” ungkapnya.
Ia pun mengaku, sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi bersama jajaran kepolisian.
“Hasilnya, jalan yang ada di video itu tidak sama, karena jalan Lintas Sumatera, Tegineneng, tidak rusak dan ramai dikunjungi pemudik,” papar dia.
Pandra menambahkan, akan melakukan penyelidikan dan penelusuran terkait adanya penyebaran berita hoax tersebut.
Dalam penyebaran berita hoax, ia menegaskan ada sanksi tindak pidana bagi oknum pelaku yang menyebarkan video tersebut.
Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat Lampung khususnya masyarakat Pesawaran dan pengguna jalan, agar tidak mudah percaya.
Baca juga : Polres Lampung Utara Ringkus 4 Tersangka Pemerasan Sopir Truk, Salah Satunya Oknum PNS
“Segera melapor ke pihak kepolisian jika terjadi tindak pidana apapun selama dalam perjalanan khususnya pada mudik lebaran 2023,” tegas Pandra.
Video pemalakan di Jembatan Tegineneng Pesawaran hoax
Diketahui, video hoax yang berdurasi 45 detik tersebut melihatkan kendaraan truk berwana hijau yang dihentikan paksa oleh 4 orang.
4 orang itu memegang senjata tajam (sajam) dan direkam oleh mobil yang ada di belakangnya.
Kemudian kendaraan sopir yang merekam kejadian pemalakan tadi juga ikut diberhentikan oleh 4 orang tersebut.
Dimana keempatnya memegang sajam dan kayu dari dahan pohon.
Baca juga : Jebak Korban dengan Biduan, 3 Pelaku Curas Asal Way Lunik Ditangkap
