Lappung – Sajian seafood Novotel Bandarlampung berujung RS sebanyak 30 orang tumbang dan 4 dirawat inap.
Acara makan malam di Hotel Novotel Bandarlampung berubah menjadi insiden keracunan massal.
Baca juga : Keracunan Massal Siswa SD di Bandarlampung, Bakteri Bacillus Jadi Biang Keladi
Sebanyak 30 pengunjung harus dilarikan ke rumah sakit setelah menikmati sajian nasi goreng seafood di hotel tersebut, Kamis, 12 Desember 2024 malam.
4 di antaranya bahkan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Budi Medika.
Kasatreskrim Polresta Bandarlampung, Kompol M Hendrik Apriliyanto, membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, kejadian ini terjadi Kamis malam. Sebanyak 30 orang mengalami keracunan makanan.
“Mereka langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan medis,” ujarnya, dilansir Sabtu, 14 Desember 2024.
Baca juga : 12 Siswa SD di Bandarlampung Keracunan Jajanan Sekolah, Dinkes Turun Tangan
Diketahui, korban keracunan merupakan karyawan PT Bukit Asam Lahat, Sumatera Selatan, yang tengah menghadiri kegiatan perusahaan di Bandarlampung dan menginap di Hotel Novotel.
“Sajian nasi goreng seafood diduga menjadi penyebab keracunan ini.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut,” tambah Hendrik.
Seorang saksi yang enggan disebutkan namanya menuturkan kepanikan yang terjadi saat insiden.
“Banyak yang mengeluh pusing, mual, dan muntah. Puluhan orang langsung dibawa ke rumah sakit semalam,” ungkapnya.
Dari 30 korban, 4 orang dinyatakan membutuhkan perawatan lanjutan dan harus menjalani rawat inap.
Sementara lainnya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan pertolongan pertama.
Baca juga : Suami di Rawajitu Timur Racuni Istri Hingga Tewas, Kesal Tak Direstui Nikahi Adik Ipar
Polisi telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium sebagai bagian dari penyelidikan.
Sajian Seafood Novotel Bandarlampung Berujung RS: 30 Orang Tumbang, 4 Dirawat Inap
Hingga saat ini, pihak Hotel Novotel belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian ini.
Peristiwa keracunan massal ini memicu perhatian luas, mengingat standar kebersihan dan kualitas makanan di hotel berbintang seharusnya terjamin.
Para tamu berharap ada kejelasan dan pertanggungjawaban dari pihak hotel atas insiden yang meresahkan ini.
Kasus ini masih terus diselidiki oleh kepolisian untuk memastikan sumber keracunan dan mencegah insiden serupa terulang.
Baca juga : Polisi Temukan 2 Zat Kimia Penyebab Keracunan Pisang Goreng





Lappung Media Network