Lappung – Era tiket manual di pelabuhan penyeberangan akan segera berakhir.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bakal menerapkan sistem tiket 100 persen digital secara nasional mulai Oktober 2025.
Langkah itu didorong oleh lonjakan jumlah pengguna aplikasi Ferizy yang kini telah menembus 3,23 juta orang hingga 31 Agustus 2025.
Baca juga : Penumpang Turun, ASDP Tetap Cetak Laba Rp298 Miliar di Semester I-2025
Angka tersebut melesat 24,7 persen atau bertambah 640 ribu pengguna baru hanya dalam waktu kurang dari setahun, menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap sistem pemesanan online.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa transformasi ini adalah bukti komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang lebih efisien, aman, dan modern.
“Pertumbuhan pesat ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat siap beralih ke sistem digital.
“Ferizy kami rancang bukan hanya sebagai aplikasi, tetapi sebagai ekosistem perjalanan yang memastikan pengguna jasa mendapat pengalaman menyeberang yang lebih lancar dan selamat,” ujar Heru Widodo, Rabu, 17 September 2025.
Sejak diluncurkan pada 2020, Ferizy secara bertahap menggantikan peran loket manual.
Kini, dari 36 pelabuhan yang dikelola ASDP, hanya tersisa 2 pelabuhan yang tengah menyelesaikan persiapan akhir menuju penerapan penuh.
Lintasan-lintasan utama yang menjadi urat nadi logistik nasional, seperti Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk, telah sepenuhnya meninggalkan penjualan tiket di lokasi.
Seluruh transaksi di rute ini kini wajib melalui aplikasi Ferizy.
Dengan sistem digital, masyarakat dapat merencanakan perjalanan jauh-jauh hari, dengan tiket yang bisa dipesan sejak H-60 hingga paling lambat satu hari sebelum keberangkatan.
Hal ini juga memastikan alur kendaraan di pelabuhan menjadi lebih tertib karena mengikuti mekanisme first in first out.
Baca juga : Semarak Hari Pelanggan di Merak-Bakauheni, ASDP Bagikan 500 Merchandise Eksklusif
Selain kemudahan, digitalisasi tiket juga membawa dampak signifikan pada aspek keselamatan dan operasional.
Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa e-ticketing memungkinkan pengaturan jumlah penumpang dan kendaraan agar sesuai dengan kapasitas kapal.
“Dengan data yang akurat, kami dapat menjaga aspek keselamatan secara optimal.
“Pengguna jasa pun mendapatkan kepastian waktu check-in dan keberangkatan yang lebih disiplin,” jelas Shelvy.
Untuk itu, ASDP terus mengimbau masyarakat untuk mengisi data manifest penumpang dan kendaraan dengan benar saat melakukan pemesanan.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan itu dimulai dari data yang valid.
“Partisipasi pengguna sangat penting untuk membangun ekosistem penyeberangan yang lebih aman dan terpercaya,” tambahnya.
Ke depan, ASDP berencana terus mengembangkan Ferizy dengan mengintegrasikannya ke sistem operasional pelabuhan untuk mewujudkan konsep smart port yang lebih efisien dan terukur.
Baca juga : Data Manifest Tak Lengkap, ASDP Siap Putar Balik Kendaraan Sejauh 5 KM





Lappung Media Network