Lappung – Seorang siswa SMP Negeri 12 Krui, Kabupaten Pesisir Barat, berinisial JS (13), meninggal dunia secara tragis setelah menjadi korban penusukan yang diduga dilakukan oleh rekan sekolahnya, SR (13), pada Senin, 29 September 2025.
Peristiwa penganiayaan fatal itu terjadi di lingkungan sekolah dan kini dalam penanganan intensif Satreskrim Polres Pesisir Barat.
Baca juga : 35 Pelajar SMA di Bandarlampung Diamankan Polisi Usai Terlibat Tawuran
Pelaku pun telah diamankan beberapa jam setelah kejadian.
Kasatreskrim Polres Pesisir Barat, Iptu Fabian Yafi Adinata, membenarkan kejadian tersebut.
Menurutnya, korban tewas akibat sejumlah luka tusuk dari sebuah gunting.
“Benar, korban seorang siswa SMP meninggal dunia. Pelaku juga teman satu sekolahnya,” ujar Iptu Fabian saat dikonfirmasi, Senin, 29 September 2025.
Berdasarkan data kepolisian, korban JS menderita luka serius di pelipis mata kanan, kepala bagian belakang, serta punggung.
Kronologi
Insiden terjadi pada pagi hari di sekolah. Pascakejadian, pihak guru segera melarikan korban ke Puskesmas Biha.
Namun, nyawa JS tidak dapat diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.
“Korban meninggal dalam perjalanan menuju puskesmas. Untuk pelaku sudah kami amankan di Mapolres guna pemeriksaan lebih lanjut,” kata Fabian.
Baca juga : Satlantas Polres Lampung Timur Kampanye Keselamatan Berkendara di Sekolah
Polisi telah menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya sebuah gunting yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, serta pakaian dan tas milik keduanya.
Tim Inafis juga telah diturunkan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di salah satu ruang kelas.
Terpisah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesisir Barat menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa siswanya.
Plt Kabid Pendidikan Dasar, Hadianca, menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pukulan bagi dunia pendidikan.
“Kami sangat prihatin. Dunia pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman. Kasus ini harus menjadi perhatian serius semua pihak untuk meningkatkan pengawasan,” ujarnya.
Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke Bandarlampung untuk proses autopsi.
Sementara itu, pelaku SR masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui motif perbuatannya.
Baca juga : Siswa PKL Dinas PU Bandarlampung Terjatuh dari Flyover, K3 Jadi Sorotan





Lappung Media Network