Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terbaru, yang berjudul: Dari Sawah Tadah Hujan ke Swasembada, Bupati Ela Sulap Lahan Kering Jadi Lumbung Pangan.
Dari Sawah Tadah Hujan ke Swasembada, Bupati Ela Sulap Lahan Kering Jadi Lumbung Pangan
Oleh: Mahendra Utama*
Diversifikasi Sumber Air dan Pengelolaan Modern untuk Ciptakan Ketahanan Pangan
Setelah membangun infrastruktur, Bupati Ela fokus pada pengelolaan air yang adaptif. Program Listrik Masuk Sawah di Desa Bumi Harja menjadi terobosan dengan menyediakan listrik untuk sumur bor, mengatasi krisis air saat kemarau.
Pemerintah daerah bahkan menyiapkan subsidi pemasangan KWH listrik untuk petani. Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Hermansyah, menyebut langkah ini strategis untuk menjaga swasembada di tengah musim kemarau berkepanjangan.
“Solusinya melalui Program Listrik Masuk Sawah agar sumur bor dapat beroperasi maksimal,” jelas Plt. Dirjen Tanaman Pangan, Tien Latifah.
Mewujudkan Pertanian Adaptif melalui Pengelolaan Air Berkelanjutan
Bupati Ela juga mengubah lahan eks tambang seluas 1.000 hektare di Pasir Sakti menjadi sawah produktif. Wakil Presiden Gibran Rakabuming bahkan meninjau sentra singkong di Lampung Timur sebagai bagian dari penguatan ekosistem pangan.
Rehabilitasi irigasi di Lampung pada 2025 mencakup 194,53 kilometer jaringan. Prof. Sigit Supadmo menekankan pentingnya peran kelembagaan dan SDM dalam pengelolaan air yang efisien.
“Pertanian tanpa Air Mustahil,” tegas Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan. Dengan strategi ini, Lampung Timur tidak hanya mengejar swasembada, tetapi menciptakan ekosistem pertanian tangguh dan berkelanjutan. (*)
—————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.




Lappung Media Network