Lappung – Aksi solidaritas perempuan di Bandarlampung terganjal CFD.
Solidaritas Jaringan Lampung Anti Kekerasan Terhadap Perempuan menjalankan kampanye memperingati Hari Anti Kekerasan Perempuan, pada Minggu, 3 Desember 2023.
Baca juga : LBH Bandarlampung Kawal Warga Vs PT KAI
Syofia, Penanggung Jawab Isu Perempuan dan Anak LBH Bandarlampung, menjelaskan langsung soal ini.
Dia mengungkapkan, bahwa meskipun acara ini semestinya berlangsung di Tugu Adipura Kota Bandarlampung selama Car Free Day (CFD), mereka dihadapkan pada kendala yang merugikan.
Awalnya, lokasi kampanye direncanakan di Tugu Adipura.
Namun, oknum berseragam Dispora Kota Bandarlampung menghalangi kegiatan tersebut dengan alasan tidak adanya izin dalam event mingguan milik Dispora.
“Hal ini memaksa kami solidaritas jaringan untuk berkampanye di trotoar jalan dekat Tugu Adipura,” ungkap Syofia.
Baca juga : Bentrok di Tulang Bawang. YLBHI-LBH Bandarlampung Kecam PT SIL
Sayangnya, kendala ini tidak hanya berhenti di situ.
Meskipun kampanye dilakukan saat berakhirnya Car Free Day, area tersebut masih disterilkan, menyebabkan minimnya masyarakat yang dapat menyaksikan kampanye tersebut.
“Kampanye ini, yang tidak sekadar sebagai panggung bicara, merupakan panggilan tegas untuk menghapus kekerasan terhadap perempuan.
“Ini adalah gerakan solidaritas yang mengajak semua pihak untuk menghormati perempuan dan menolak segala bentuk kekerasan,” tegas dia.
Tidak hanya itu, lanjut Syofia, kampanye ini juga menjadi wadah bagi anggota jaringan untuk menyuarakan keluhan mereka.
Baca juga : LBH Bandarlampung Advokasi 17 Buruh PT Philips Seafood Indonesia
Pasalnya, kekerasan terhadap perempuan masih kerap dialami, termasuk oleh jurnalis perempuan, perempuan bantuan hukum.
“Termasuk kepada pelajar perempuan, perempuan dengan HIV/Aids, hingga perempuan rumah tangga,” tandasnya.
Aksi Solidaritas Perempuan Bandarlampung Terganjal CFD
Perlu diketahui bahwa setiap tahun, mulai dari tanggal 25 November hingga 10 Desember, diadakan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.
Kampanye ini bukan hanya untuk mengingatkan akan kekerasan terhadap perempuan.
Tetapi juga menandakan momen bersejarah dalam menuntut kedaulatan hak perempuan sebagai warga negara Indonesia.
Solidaritas Jaringan Lampung menegaskan bahwa penindasan terhadap perempuan tidak hanya masalah sektoral dan privat.
Melainkan juga dampak dari kebijakan pemerintah yang berorientasi pada kapitalisme dan globalisasi, yang didukung oleh sistem patriarki yang masih merasuk dalam setiap aspek kehidupan.
Baca juga : Gebuk Mafia Tanah. Petani Lampung Timur Tagih Janji Menteri ATR-BPN
