Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Darurat Sampah di Lampung, Mirza-Jihan Dituntut Aksi Nyata

    Darurat Sampah di Lampung, Mirza-Jihan Dituntut Aksi Nyata

    Irjen by Irjen
    08/02/2025
    in Gaya Hidup
    Darurat Sampah di Lampung, Mirza-Jihan Dituntut Aksi Nyata

    Ketua Yayasan BoemiKita, Ridho Iqbal Firdaus. Foto: Yopie Pangkey

    Share on FacebookShare on Twitter

     Lappung – Darurat sampah di Lampung Mirza-Jihan dituntut aksi nyata.

    Permasalahan sampah di Provinsi Lampung, khususnya di Kota Bandarlampung, semakin memprihatinkan.

    Baca juga : Bandarlampung Tenggelam dalam Lautan Sampah: 800 Ton Per Hari!

    Timbunan sampah di berbagai sudut kota, drainase yang tersumbat, hingga kelebihan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung menjadi bukti bahwa pengelolaan limbah masih jauh dari kata ideal.

    Kondisi ini semakin memperparah pencemaran lingkungan, terutama saat musim hujan yang kerap memicu banjir di sejumlah titik.

    Situasi ini mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk komunitas lingkungan dan akademisi.

    Ketua Yayasan BoemiKita, Ridho Iqbal Firdaus, menegaskan bahwa masalah sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata.

    Ia menilai perlu adanya sinergi antara akademisi, komunitas, dunia usaha, serta peran aktif anak muda dalam mencari solusi.

    “Sampah adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas lingkungan harus bahu-membahu menciptakan sistem pengelolaan yang lebih baik.

    “Jika tidak ada keterlibatan semua pihak, masalah ini akan terus berulang,” ujar Ridho, Sabtu, 8 Februari 2025.

    Bandarlampung Kritis

    Krisis sampah di Bandarlampung semakin nyata dengan kondisi TPA Bakung yang sudah kelebihan kapasitas.

    Baca juga : Kementerian LH Segel TPA Bakung, Eva Dwiana: Kesalahannya di Mana?

    Timbunan sampah yang menggunung menciptakan bau menyengat dan berpotensi mencemari sumber air tanah di sekitarnya.

    Bahkan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sempat melayangkan teguran terkait buruknya pengelolaan sampah di kota ini.

    Selain itu, dampak sampah plastik juga semakin mengkhawatirkan.

    Teluk Lampung dan Pulau Pahawang, yang seharusnya menjadi destinasi wisata unggulan, kini mulai tercemar akibat sampah yang hanyut ke laut.

    Kondisi ini tak hanya merusak ekosistem pesisir, tetapi juga mengancam sektor pariwisata yang menjadi andalan daerah.

    Ridho menilai, solusi utama untuk mengatasi masalah ini adalah memperbanyak Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di setiap kecamatan, mengembangkan sistem pencacahan sampah, serta mendorong ekonomi sirkular berbasis daur ulang.

    “Jika kita bisa mengembangkan bank sampah di setiap wilayah, akan lebih mudah mengelola limbah.

    “Bahkan, ini bisa inline dengan program kementerian dan menarik investasi untuk pengolahan sampah yang lebih modern,” jelasnya.

    Darurat Sampah di Lampung Mirza-Jihan Dituntut Aksi Nyata

    Di tengah situasi darurat ini, generasi muda justru mulai menunjukkan kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan.

    Sejumlah komunitas berbasis anak muda telah bergerak dengan konsep socio-entrepreneurship, memanfaatkan limbah plastik menjadi produk bernilai jual.

    Namun, inisiatif ini masih terkendala kurangnya dukungan, baik dari pemerintah maupun sektor swasta.

    “Anak muda sudah punya banyak ide inovatif. Ada yang membuat produk daur ulang, ada yang membangun sistem bank sampah berbasis digital.

    “Tapi tanpa dukungan, semua ini sulit berkembang,” kata Ridho.

    Ia mencontohkan daerah seperti Bali dan Surabaya yang berhasil memanfaatkan sampah plastik menjadi bahan bangunan dan produk fashion.

    Baca juga : TPA Bakung Disegel, WALHI Desak Penegakan Hukum Hingga Tingkat Pemkot

    Menurutnya, Lampung seharusnya bisa mengikuti langkah tersebut dengan mengembangkan industri berbasis limbah.

    “Jika kita bisa membangun industri daur ulang di Lampung, bukan hanya lingkungan yang bersih, tapi juga tercipta lapangan kerja baru.

    “Ini peluang besar di tengah bonus demografi yang kita miliki,” tambahnya.

    Mirza-Jihan

    Dengan kemenangan Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, ekspektasi masyarakat terhadap kebijakan lingkungan semakin tinggi.

    Banyak yang berharap pasangan ini dapat menghadirkan solusi konkret, bukan sekadar janji politik semata.

    “Mirza-Jihan menang telak, artinya kepercayaan publik besar.

    “Sekarang tinggal dibuktikan, apakah mereka mampu menyelesaikan persoalan sampah atau tidak,” tegas Ridho.

    Ia menyarankan agar pemerintahan Mirza-Jihan segera memperkuat sinergi antara Pemprov dan Pemkot dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terpadu.

    Selain itu, keterlibatan anak muda dalam program keberlanjutan juga dinilai penting.

    “Mereka bisa membuat program pelatihan bagi anak muda di sektor daur ulang, atau memberikan insentif bagi komunitas yang aktif dalam pengelolaan sampah,” katanya.

    Tak hanya itu, edukasi masyarakat untuk memilah sampah dari rumah juga harus menjadi prioritas.

    Menurut Ridho, pemerintah bisa menerapkan sistem reward bagi warga yang aktif memilah sampah, seperti yang sudah diterapkan di beberapa daerah lain.

    “Sampah bukan sekadar masalah lingkungan, tapi juga potensi ekonomi.

    “Jika kita serius, Lampung bisa menjadi pelopor ekonomi hijau di Indonesia,” ujar Ridho.

    Baca juga : TPA Bakung Terbakar Lagi, 15 Hektare Sampah Terancam

    Tags: BandarlampungJihan NurlelaLampungMirza-JhanRahmat Mirzani DjausalRidho Iqbal FirdausSampahTPA BakungYayasan BoemiKita
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Good Agricultural Practices, Kunci Sukses Kakao Pesawaran

    Next Post

    Tahura Wan Abdul Rahman, Surga Ekowisata Lampung yang Menanti Dijelajahi

    Related Posts

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama
    Gaya Hidup

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama

    11/03/2026
    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung
    Gaya Hidup

    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung

    22/02/2026
    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai
    Gaya Hidup

    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai

    20/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Selamat Tinggal Tiket Manual, ASDP Targetkan 100 Persen Digital Oktober Ini

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved