Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Erupsi Gunung Anak Krakatau 1500 Meter

    Erupsi Gunung Anak Krakatau 1500 Meter

    Irjen by Irjen
    27/11/2023
    in Saburai
    Erupsi Gunung Anak Krakatau 1500 Meter

    Erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto : Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Erupsi Gunung Anak Krakatau capai 1500 meter. 

    Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terletak di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, kembali menyita perhatian dengan erupsi pada hari Senin, 27 November 2023. 

    Baca juga : Potensi Cuaca Ekstrem. Pengguna Jasa Penyeberangan Merak-Bakauheni Diminta Waspada 

    Menurut Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Andi Suardi, erupsi ini terjadi pada pukul 09.32 WIB.

    “Tinggi kolom abu yang mencapai sekitar 1.500 meter di atas puncak gunung atau setara dengan ketinggian 1.657 meter di atas permukaan laut,” ujarnya.

    Kolom abu yang teramati, lanjutnya, memiliki warna kelabu hingga hitam, dan intensitas tebal condong ke arah barat laut. 

    “Data dari seismograf mencatat amplitudo maksimum erupsi sebesar 75 mm dengan durasi mencapai 1 menit 37 detik,” ungkapnya.

    Baca juga : Panas Ekstrem, Disnakkeswan Lampung Siapkan 10 Ribu Dosis Obat Hewan Ternak

    Meskipun erupsi ini memberikan spesifikasi yang cukup signifikan, pemukiman terdekat dari Gunung Anak Krakatau, yaitu Pulau Sebesi, berjarak sekitar 16,5 kilometer.

    Andi Suardi memberikan imbauan kepada masyarakat dan nelayan untuk tetap menjaga jarak dan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau, terutama dalam radius 5 kilometer.

    Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada level III, siaga.

    Dan rekomendasi resmi dikeluarkan agar masyarakat, nelayan, dan pendaki gunung tidak mendekati gunung dalam radius lima kilometer sebagai langkah pencegahan.

    Baca juga : Kaji Kemiskinan Ekstrem, Dosen Unila Raih Doktor di UGM

    Tim ahli terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau untuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar. Informasi lebih lanjut akan terus diupdate seiring dengan perkembangan situasi.

    Erupsi Gunung Anak Krakatau 1500 Meter

    Sebelumnya, GAK menciptakan sejumlah letusan hebat pada Senin, 27 November 2023, mencatat 4 kejadian sejak pagi hingga siang. 

    Sebelum erupsi pukul 09.32 WIB yang telah dijelaskan sebelumnya, berikut rangkuman letusan sebelumnya yang terjadi dalam rentang waktu beberapa jam.

    Letusan Pertama (Pukul 08.17 WIB):

    • Ketinggian semburan abu vulkanik: 200 meter.
    • Kolom abu kelabu dengan intensitas tebal, condong ke barat laut.
    • Terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 70 mm selama 8 detik.
    • Terdengar suara dentuman.

    Kedua (Pukul 09.23 WIB):

    • Ketinggian semburan abu vulkanik: 500 meter.
    • Kolom abu kelabu mengarah ke barat laut.
    • Terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 
    • 73 mm selama 10 detik.
    • Terdengar suara dentuman.

    Ketiga (Pukul 09.31 WIB):

    • Ketinggian semburan abu vulkanik: 1.000 meter.
    • Kolom abu kelabu dengan intensitas tebal, mengarah ke barat laut.
    • Terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 79 mm selama 39 detik.
    • Terdengar suara dentuman, mengakibatkan getaran kaca.

    Keempat (Pukul 11.43 WIB): 

    • Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam, mengarah ke barat laut.
    • Terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 77mm selama 1 menit 26 detik.

    Data ini mencerminkan peningkatan intensitas erupsi sepanjang hari, dengan amplitudo maksimum dan durasi yang bertambah setiap kali terjadi letusan. 

    Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk evakuasi yang telah disiapkan oleh pihak berwenang. 

    Tim ahli terus melakukan pemantauan dan analisis untuk mitigasi potensi risiko yang mungkin timbul akibat aktivitas gunung yang meningkat.

    Baca juga : 13 Desa di Mesuji Rawan Banjir

    Tags: Dentuman KrakatauErupsi GAKGAKGunung Anak KrakatauGunung KrakatauGunung Krakatau MeletusLampung SelatanSelar Sunda
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Tiket Ferry Online Dibatasi. Radius Aksesibilitas 4 Km dari Bakauheni

    Next Post

    PKS Konsolidasi Caleg Bandarlampung. Komitmen Berintegritas dan Anti KKN 

    Related Posts

    Mengurai Pola dan Model Bisnis Gudang SRG
    Saburai

    Mengurai Pola dan Model Bisnis Gudang SRG: Solusi Cerdas Petani Modern Tangkal Harga Anjlok

    04/06/2026
    'Rumah Ketiga' Warga Bandarlampung
    Saburai

    Sore yang Berbeda di ‘Rumah Ketiga’ Warga Bandarlampung

    04/06/2026
    5 Capaian Gemilang 16 Bulan Mirza Jihan
    Saburai

    5 Capaian Gemilang 16 Bulan Mirza Jihan Pimpin Lampung

    03/06/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Menuai Kesejahteraan Petani Lampung

      Jejak Hilirisasi di Tiga Desa: Mengawal Mesin Pengering, Menuai Kesejahteraan Petani Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 7 Alasan Logis Gubernur Mirza Prioritas Perbaiki Jalan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Capaian Gemilang 16 Bulan Mirza Jihan Pimpin Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Hilirisasi Berbasis Rawa: Strategi Mesuji Lepas dari Kutukan Komoditas

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved