Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Metropolitan » Guncangan dari Greenland: Mengapa Macron dan Uni Eropa “Muak” pada Trump?

    Guncangan dari Greenland: Mengapa Macron dan Uni Eropa “Muak” pada Trump?

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    10/01/2026
    in Metropolitan
    Guncangan dari Greenland: Mengapa Macron dan Uni Eropa "Muak" pada Trump?

    Ilustrasi: Retorika Donald Trump terkait ambisi pembelian Greenland memicu ketegangan diplomatik dengan Emmanuel Macron dan para pemimpin Uni Eropa. Foto: Arsip Lappung/I

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Hubungan transatlantik antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa kini berada di titik nadir.

    Pernyataan kontroversial Donald Trump terkait ambisi penguasaan Greenland milik Denmark dinilai bukan sekadar retorika bisnis properti semata, melainkan peringatan keras bagi stabilitas tatanan internasional.

    Baca juga : Badai Geopolitik Global: Nasib Perdagangan Indonesia di Antara 2 Raksasa

    Eksponen 98, Mahendra Utama, menyoroti fenomena ini sebagai pergeseran fundamental peran Amerika Serikat di panggung dunia.

    Menurutnya, ketegangan itu memicu kekecewaan mendalam dari para pemimpin Eropa, termasuk Emmanuel Macron.

    “Ini bukan sekadar perbedaan pendapat diplomatik biasa.

    “Sikap Trump soal Greenland dan kebijakan ekonominya adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai persekutuan yang selama puluhan tahun dijaga Washington,” ujar Mahendra Utama dalam keterangannya, Sabtu, 10 Januari 2026.

    Pemeras Transaksional

    Mahendra menganalisis bahwa ketidakbahagiaan Uni Eropa berakar pada ketidakpastian yang dibawa oleh kepemimpinan Trump.

    Ia menilai, Gedung Putih kini tidak lagi menempatkan diri sebagai kakak pelindung bagi sekutunya.

    “Di mata Eropa, Trump telah mengubah wajah Amerika dari pelindung menjadi semacam pemeras transaksional.

    “Orientasinya murni untung-rugi, bahkan terhadap sekutu dekatnya sendiri,” tegas Mahendra.

    Indikasi tersebut terlihat jelas dari pendekatan ekonomi proteksionis Trump yang mengancam penerapan tarif impor hingga 30 persen.

    Bagi Uni Eropa, langkah ini sama saja dengan menabuh genderang perang dagang di dalam keluarga sendiri.

    Ditambah lagi dengan intimidasi soal pendanaan NATO yang dinilai merusak semangat pertahanan kolektif.

    Baca juga : Geopolitik Selat Taiwan: Akankah Menjadi “The Next Ukraine”?

    Mahendra juga mengutip keresahan para pemimpin dunia, seperti Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen yang menyebut diskusi Greenland sebagai hal konyol, serta Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen yang mengingatkan bahwa tarif sepihak hanya akan membebani konsumen global.

    America First dan Isolasionisme

    Menurut Mahendra, kebijakan Trump yang terkesan agresif dapat dipahami melalui kacamata America First.

    Data menunjukkan belanja pertahanan AS yang membengkak membuat Trump merasa negaranya dieksploitasi oleh sekutu yang dianggap menumpang gratis.

    “Prediksinya jelas, AS akan terus mengurangi keterlibatan dalam pakta multilateral dan beralih ke kesepakatan bilateral yang pragmatis.

    “Itu membuat negara seperti Kanada dan Australia mulai gelisah meninjau ulang posisi mereka,” paparnya.

    Menari di Antara Dua Gajah

    Menyikapi gejolak geopolitik ini, Mahendra Utama mengingatkan posisi Indonesia yang cukup pelik.

    Di satu sisi, Jakarta membutuhkan investasi Amerika, namun di sisi lain, Uni Eropa adalah mitra dagang strategis untuk ekspor komoditas dan isu keberlanjutan.

    Mahendra menyarankan agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah taktis melalui diplomasi pragmatisme aktif.

    “Indonesia tidak boleh terjebak memilih pihak. Kita harus menari dengan cerdas.

    “Percepatan penyelesaian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa harus dilakukan, sembari tetap membuka negosiasi tarif dengan AS,” jelasnya.

    Ia menegaskan bahwa prinsip Bebas Aktif harus bertransformasi menjadi tameng pelindung ekonomi domestik.

    Langkah tersebut bukan sekadar pencitraan politik luar negeri, melainkan upaya survival ekonomi bangsa di tengah ketidakpastian global.

    “Jakarta harus menjadi penyeimbang. Pastikan hukum internasional tetap menjadi panglima, bukan hukum rimba geopolitik yang kini sedang dipertontonkan,” pungkas Mahendra.

    Baca juga : Diplomasi Geopolitik: Bintang Pakistan dan Sinyal Strategis dari Rusia

    Tags: #AmerikaSerikat#DonaldTrump#EkonomiGlobal#EmmanuelMacron#MahendraUtama#UniEropa #GreenlandGeopolitik
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Kejar Target PAD, Pemprov Lampung Sisir Ulang Data Alat Berat

    Next Post

    Swasembada sebagai Syarat Mutlak Kedaulatan: Membaca Arah Kompas Prabowo Subianto

    Related Posts

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar
    Metropolitan

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar

    09/02/2026
    "Gentengisasi" Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?
    Metropolitan

    “Gentengisasi” Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?

    05/02/2026
    Fahri Hamzah Tinjau Muara Angke: Dorong Konsep Rumah Panggung Nelayan
    Metropolitan

    Wamen PKP Pastikan Hunian Pesisir Muara Angke Layak

    31/01/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Selamat Tinggal Tiket Manual, ASDP Targetkan 100 Persen Digital Oktober Ini

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved