Kronologis Pembunuhan Janda Cantik Asal Kampung Gedung Jaya
Kasat Reskrim membeberkan kronologis pembunuhan janda cantik asal Kampung Gedung Jaya berinisial NF (30) yang terjadi di rumah saksi Tukimin (63).
“Korban NF (30) dan pelaku IN (35) saling mengenal sebelumnya, diantara mereka diduga ada hubungan spesial,” jelas AKP Wido Dwi Arifiya Zaen.
Pada Minggu (11/12/2022) sekitar pukul 09.00 WIB pelaku IN (35) bertamu ke rumah saksi Tukimin (63) saat itu pelaku dipersilahkan masuk oleh saksi untuk dipersilahkan menunggu karena korban NF (30) tidak ada.
Sekira jam 10.00 WIB korban NF (30) baru tiba di rumah saksi Tukimin (63) kemudian langsung menuju dapur rumah dibelakang, lalu pelaku menuju dapur untuk menemui korban.
Setelah pelaku bertemu dengan korban di dapur, sekira jam 11.35 WIB saksi Tukimin mendengar teriakan suara korban dari arah dapur.
“Saksi bergegas menuju dapur rumahnya dan melihat korban dan pelaku ditemukan dalam keadaan tergeletak bersimbah darah,” beber Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang.
Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang menuturkan pelaku IN membunuh korban dengan melakukan penusukan dengan pisau dapur yang telah dibawa dan disiapkan olehnya.
“Usai menusuk korban NF (30) berulang kali, pelaku IN (35) melakukan bunuh diri dengan menusukkan pisau yang sama ke tubuhnya. Ini terlihat dari hasil olah TKP ditemukan sarung pisau dipinggang pelaku,” ucap Alumni Akpol 2013 ini.
Baca Juga : Tak Izinkan Nikah, Ayah Dibunuh Anak Kandung di Bukit Kemuning
Hasil Visum et Repertum (VER) yang di keluarkan oleh Puskesmas Rawa Pitu, pada tubuh korban ditemukan 12 luka dibagian sebelah kanan, dan pada tubuh pelaku ditemukan 3 luka tusuk di bagian dada sebelah kiri.
Pelaku IN (35) berstatus suami orang dan memiliki anak, sedangkan korban NF (30) berstatus janda, terungkap motif pembunuhan karena pelaku cemburu buta pada korban.
AKP Wido Dwi Arifiya Zaen mengungkap status media sosial facebook (FB) pelaku, dihari saat dia melakukan pembunuhan pada NF.

Baca Juga : 2 DPO Pembunuh Syaiful Anwar Ditangkap Polsek Teluk Betung Selatan
Pelaku menulis status FB dengan kalimat berbahasa jawa saiki koe tak bebasne ne gor arep dadi lonte ngolek duit sing jaremu cepet selagi enek kesempatan.
“Kemudian pelaku kembali menulis status FB dengan kalimat buat keluarga ku semuanya jangan sedih ikhlas tabah mungkin inilah jalan hidupku, yang diunggah pada hari dan jam yang sama,” pungkasnya.





Lappung Media Network