Lappung – Kabupaten Pesisir Barat kembali mencatatkan diri sebagai wilayah dengan biaya konstruksi paling tinggi di Provinsi Lampung pada tahun 2025.
Kendati tren harga menunjukkan penurunan dibanding tahun sebelumnya, posisi juara bertahan sebagai daerah termahal belum tergeser.
Baca juga : Pesisir Barat Genjot Literasi Anak Lewat Distribusi Buku KREASI
Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), pada Sabtu, 13 Desember 2025, terkait Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Provinsi dan Kabupaten/Kota 2025, angka IKK di kabupaten yang terkenal dengan ombak selancar ini bertengger di level 93,05 poin.
Angka tersebut menempatkan Pesisir Barat di urutan pertama, melampaui 14 kabupaten/kota lain di Bumi Ruwa Jurai, termasuk mengalahkan biaya konstruksi di pusat keramaian seperti Kota Bandarlampung dan Metro.
Meski berstatus paling mahal, data BPS merekam adanya grafik penurunan harga yang cukup signifikan.
Dibandingkan tahun lalu, IKK Pesisir Barat terkoreksi (turun) sebesar 2,09 poin.
Jika ditarik mundur dalam kurun waktu lima tahun terakhir, penurunan tersebut mencapai 4,8 poin.
Sebagai informasi, IKK merupakan barometer harga yang membandingkan tingkat kemahalan konstruksi suatu daerah terhadap kota acuan nasional, yakni Kota Surabaya.
Dengan skor 93,05 poin, ini mengindikasikan bahwa harga konstruksi bangunan mulai dari material hingga upah tenaga kerja di Pesisir Barat setara dengan 0,931 kali harga konstruksi di Kota Surabaya.
Baca juga : Bak Zaman Kuno, Warga Pesisir Barat Lampung Gotong Pasien Lalui Medan Ekstrem
Semakin tinggi angka indeks, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan investor atau pemerintah untuk membangun infrastruktur fisik di daerah tersebut.
Data 2025 juga memperlihatkan disparitas atau ketimpangan biaya yang cukup mencolok antara daerah termahal dan termurah.
Jika Pesisir Barat menyentuh angka 93,05, Kabupaten Lampung Timur justru menjadi wilayah dengan biaya konstruksi paling ramah kantong dengan indeks hanya 83,69 poin.
Secara geografis, daerah-daerah yang relatif jauh dari jalur distribusi utama logistik atau memiliki topografi sulit cenderung memiliki IKK lebih tinggi.
Hal ini terlihat dari daftar lima besar IKK tertinggi yang didominasi oleh kabupaten seperti Lampung Barat dan Mesuji.
Berikut adalah rincian peta sebaran biaya konstruksi di Lampung berdasarkan data BPS 2025:
5 Daerah dengan Biaya Konstruksi (IKK) Tertinggi:
- Kabupaten Pesisir Barat: 93,05 poin
- Kabupaten Lampung Barat: 92,01 poin
- Kabupaten Mesuji: 91,60 poin
- Kabupaten Waykanan: 91,46 poin
- Kabupaten Tulangbawang Barat: 90,56 poin
5 Daerah dengan Biaya Konstruksi (IKK) Terendah:
- Kabupaten Lampung Timur: 83,69 poin
- Kota Metro: 84,73 poin
- Kabupaten Pesawaran: 85,26 poin
- Kota Bandarlampung: 85,34 poin
- Kabupaten Lampung Tengah: 86,25 poin
Sekadar informasi, data ini menjadi sinyal penting bagi para pelaku usaha properti maupun pemerintah daerah dalam merencanakan anggaran pembangunan infrastruktur fisik sepanjang tahun 2025.
Baca juga : Dana Seret, Pembangunan RS Tipe C Pesisir Barat Lampung Terancam Molor
