Lappung – Provinsi Lampung mulai waspada wabah Covid-19 yang kembali muncul.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung kembali intensif melakukan pemantauan rutin terhadap penularan Covid-19.
Baca juga : Covid-19, TKD Lampung Gencarkan Gizi
Hal itu menyusul adanya indikasi kemunculan kembali virus tersebut di beberapa wilayah.
Meskipun status pandemi telah dicabut, Dinkes tetap waspada terhadap potensi peningkatan kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Edwin Rusli, menyampaikan langsung soal perkembangan kasus ini, Rabu, 13 Desember 2023.
Ia mengatakan, meskipun Organisasi Kesehatan Dunia mencabut status darurat pada 5 Mei 2023 dan pemerintah Indonesia mengakhiri status pandemi pada 21 Juni 2023, kehati-hatian tetap diperlukan.
“Terkait tren terkini, kami mencatat indikasi kemunculan kembali Covid-19 di beberapa wilayah.
“Oleh karena itu, kami terus melakukan pemantauan rutin untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat,” ujar Edwin.
Selama periode terakhir, dari Juli hingga November 2023, terdapat sedikit peningkatan kasus, meskipun belum signifikan.
Dinkes mencatat 24 kasus terkonfirmasi di 8 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.
Pemantauan dilakukan tidak hanya terhadap kasus positif, tetapi juga terhadap kasus suspek.
Edwin menjelaskan bahwa sistem kewaspadaan dini dan respons terus diterapkan untuk mendeteksi potensi penularan lebih awal.
Meskipun belum ada lonjakan signifikan, Dinkes tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan menurunkan tim surveilans untuk melakukan pemantauan rutin.
Baca juga : Covid-19 Wabah Lagi
“Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Lampung Waspada Wabah Covid-19
Sekadar informasi, sejak awal pandemi pada Maret 2020, Provinsi Lampung telah mencatat total 77.903 kasus positif Covid-19.
Dari jumlah tersebut, 73.400 orang telah sembuh, sementara 4.224 orang telah meninggal dunia.
Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus.
Dinkes dan pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk menyusun strategi penanggulangan yang efektif demi menjaga kesehatan bersama di tengah kemunculan kembali Covid-19.
Varian Baru
Pemerintah Indonesia melaporkan adanya pergeseran dominasi varian baru dalam lonjakan kasus Covid-19 wabah lagi belakangan ini.
Hal itu diungkapkan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, pada Kamis, 7 Desember 2023.
Siti mengungkapkan bahwa subvarian baru, yakni EG2 dan EG5, telah terdeteksi.
Baca juga : Ancaman Virus Nipah di Lampung. Pengawasan Hewan Ternak Impor Diperketat
“Ada pergeseran dominasi varian baru, yaitu EG2 dan EG5,” kata Siti.
Subvarian tersebut terdeteksi bersamaan dengan subvarian Omicron XBB 1.5 yang menjadi penyebab gelombang infeksi Covid-19 di Eropa dan Amerika Serikat.
Dengan adanya subvarian baru EG2 dan EG5, terjadi peningkatan signifikan dari rata-rata 40-60 kasus per minggu sebelumnya menjadi 237 kasus baru.
Hal ini menjadi penyebab utama kenaikan kasus Covid-19 saat ini.
Kementerian Kesehatan kembali mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) sebagai langkah preventif.
Dengan situasi yang terus berubah, disiplin dalam menerapkan prokes dianggap kunci untuk memitigasi penyebaran virus baru.
Meskipun situasi masih dalam kendali, upaya pencegahan tetap menjadi prioritas utama.
Masyarakat diingatkan untuk tetap waspada, menjaga kebersihan, dan mengikuti panduan kesehatan resmi.
Kepatuhan terhadap prokes diharapkan dapat membantu mengurangi dampak lonjakan varian baru dan memastikan perlindungan kolektif terhadap penyebaran virus Covid-19.
Baca juga : Dinkes Tanggamus Tangani 94 Rabies





Lappung Media Network