Lappung – Sambut Ramadan, masyarakat Pesawaran gelar tradisi adat Bulimau atau kini lebih dikenal dengan Festival Bulimau.
Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) bersama Ikatan Sanggar Makhga Way Lima (ISMA) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesawaran bakal kembali menggelar Festival Bulimau.
Baca juga : Metro Menjadi Kota Pertama Dalam Menetapkan Cagar Budaya di Lampung
Festival Bulimau Belangiran Kabupaten Pesawaran akan berlangsung di Sungai Bronjong, Desa Cipadang, Gedong Tataan, pada Minggu, 19 Maret 2023.
Bulimau sendiri merupakan tradisi masyarakat adat suku Lampung Saibatin yang sudah dilakukan turun menurun.
Tradisi ini juga merupakan kebiasaan yang dilakukan masyarakat adat Lampung Saibatin untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Panitia pelaksana Festival Bulimau Belangiran Pesawaran Tahun 2023, Firmansyah, menyebut, Festival Bulimau sudah dilakukan sejak tahun lalu.
“Festival Bulimau sudah menjadi event tahunan yang sudah dimulai dari tahun kemarin,” kata dia, kepada lappung.com, Rabu, 15 Maret 2023.
Baca juga : Melestarikan Budaya Lewat Pelatihan Sulam Tapis
Firmansyah menambahkan, Bulimau merupakan budaya untuk menyucikan hati, pikiran dan diri dalam menyambut bulan suci Ramadan.
“Kebiasaan ini dilakukan untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan cara membasuh diri di sungai dengan ramuan herbal dan alami,” ungkapnya.
Sambut Ramadan, masyarakat Pesawaran gelar tradisi adat Bulimau di Sungai Bronjong untuk menyucikan diri
Kegiatan itu, sambung dia, sekaligus menjadi tanda simbolis untuk menyucikan hati, pikiran dari hal-hal kotor.
Ia juga mengajak Muli Mekhanai (anak muda laki dan perempuan) serta masyarakat untuk ikut meramaikan acara tersebut.
“Ramaikan Festival Bulimau untuk menyucikan diri, sekaligus mempertahankan kebudayaan kita yang hampir punah tergerus oleh zaman,” katanya.
Baca juga : Kain Tenun Sulam Jelujur Kekayaan Budaya Lampung
“Bersinarlah seni budaya, sebagai wajah Indonesia,” harap Firmansyah.
Sekadar diketahui, masyarakat Lampung Saibatin Makhga Way Lima rutin menggelar Bulimau Kasai atau sebuah tradisi dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Tradisi ini digelar menjelang masuknya bulan puasa, sebagai bentuk luapan kegembiraan dan juga sebagai simbol menyucikan hati dan pembersihan diri.
Bulimau artinya membasuh diri dengan ramuan rebusan limau atau jeruk purut atau nipis. Serta beragam campuran air dengan bahan alami lainnya.
Bahan-bahan itu seperti beras, kunyit, daun pandan dan bunga bungaan yang membuat wangi tubuh dengan upacara adat yang mengandung nilai sakral.
Baca juga : Muli Lampung Timur Juara Duta Kebudayaan Tingkat Nasional
