Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Metropolitan » NasDem Menunjukkan Jalan, Partai Lain Harus Menyusul

    NasDem Menunjukkan Jalan, Partai Lain Harus Menyusul

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    31/08/2025
    in Metropolitan
    NasDem Menunjukkan Jalan, Partai Lain Harus Menyusul

    Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach. Foto: Kolase Wikipedia

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan 2 kadernya, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, dari keanggotaan Fraksi NasDem di DPR RI.

    Keputusan ini berlaku efektif per 1 September 2025, menyusul serangkaian pernyataan kontroversial keduanya yang memicu kemarahan publik.

    Baca juga : Aliansi Lampung Melawan Panggil Ribuan Massa Turun ke Jalan

    Langkah itu diumumkan melalui siaran pers resmi yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Surya Paloh dan Sekjen Hermawi Taslim pada Minggu, 31 Agustus 2025.

    Dalam rilis tersebut, NasDem menegaskan bahwa aspirasi dan suara rakyat harus menjadi acuan utama dalam setiap perjuangan politik partai.

    “Keputusan ini merupakan respons cepat partai atas dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Aspirasi publik adalah pedoman kami,” demikian kutipan dari siaran pers tersebut.

    Penonaktifan ini dipicu oleh komentar Ahmad Sahroni yang menyebut rakyat “tolol” jika ingin membubarkan DPR, serta pernyataan Nafa Urbach di media sosial yang dinilai menyinggung sensitivitas publik.

    Kedua pernyataan tersebut dengan cepat menjadi viral dan menuai gelombang kritik tajam yang dialamatkan kepada para wakil rakyat.

    Baca juga : Dari Kekacauan Agustus Menuju September Kondusif

    Pemerhati politik dan Eksponen 1998, Mahendra Utama, menilai keputusan yang diambil Surya Paloh ini sebagai sebuah langkah berani yang patut diapresiasi.

    Menurutnya, tindakan ini menunjukkan kepemimpinan yang responsif di saat kepercayaan publik terhadap parlemen berada di titik terendah.

    “Di tengah arus kritik tajam terhadap elite, langkah NasDem ini adalah sinyal kuat bahwa partai politik masih bisa berpihak pada rakyat,” ujar Mahendra, Minggu, 31 Agustus 2025.

    “Ini bukan sekadar kalkulasi politik internal, tetapi bentuk tanggung jawab moral kepada publik,” tambahnya.

    Bola Panas di Tangan Partai Lain

    Mahendra Utama menambahkan, langkah NasDem ini seharusnya menjadi preseden dan teladan bagi partai politik lainnya yang kadernya juga kerap menuai sorotan.

    Ia secara spesifik menyoroti Partai Amanat Nasional (PAN) yang beberapa legislatornya, seperti Eko Patrio dan Uya Kuya, dinilai sering mengeluarkan pernyataan yang kurang sensitif.

    Baca juga : Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta

    “NasDem telah menunjukkan jalan. Sekarang bola ada di tangan partai lain, khususnya PAN di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan,” tegas Mahendra.

    “Publik menunggu, apakah PAN berani mengambil sikap tegas seperti NasDem untuk meredam kemarahan publik, atau memilih diam?,” katanya lagi.

    Menurutnya, keberanian menindak kader populer demi menjaga marwah institusi adalah cerminan dari kedewasaan demokrasi.

    Mahendra membandingkan fenomena ini dengan praktik di negara lain di mana akuntabilitas politik dijunjung tinggi.

    “Ini bukan hal baru. Di Inggris, Kanada, hingga Jepang, anggota parlemen yang terbukti melanggar etika atau memicu kemarahan publik segera ditindak oleh partainya.

    “Partai Konservatif di Inggris pada 2020 dan Partai Liberal di Kanada pada 2015 pernah memecat anggotanya. Ini soal menjaga kepercayaan,” jelasnya.

    Pada akhirnya, Mahendra menyimpulkan bahwa politik adalah ruang pengabdian, bukan sekadar panggung untuk mencari popularitas.

    “Jika rakyat marah, partai wajib mendengar dan bertindak. Mengabaikan suara rakyat hanya akan memperlebar jurang ketidakpercayaan yang merugikan demokrasi itu sendiri,” pungkasnya.

    Baca juga : Jakarta Berguncang, Daerah Bergejolak

    Tags: Ahmad SahroniBerita PolitikEko PatrioEksponen 98Fraksi NasDemMahendra UtamaNafa UrbachNonaktif DPRPANPartai NasdemPernyataan KontroversialPolitik IndonesiaSurya PalohUya KuyaZulkifli Hasan
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Aliansi Lampung Melawan Panggil Ribuan Massa Turun ke Jalan

    Next Post

    Kawal Aksi Sipil, Posko Bantuan Hukum dan Anti Kriminalisasi Didirikan di Lampung

    Related Posts

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar
    Metropolitan

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar

    09/02/2026
    "Gentengisasi" Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?
    Metropolitan

    “Gentengisasi” Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?

    05/02/2026
    Fahri Hamzah Tinjau Muara Angke: Dorong Konsep Rumah Panggung Nelayan
    Metropolitan

    Wamen PKP Pastikan Hunian Pesisir Muara Angke Layak

    31/01/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Selamat Tinggal Tiket Manual, ASDP Targetkan 100 Persen Digital Oktober Ini

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved