Lappung – Sinergi lintas sektor jadi kunci kendalikan inflasi di Lampung.
Inflasi di Provinsi Lampung diproyeksikan tetap terkendali dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5 plus minus 1 persen (yoy) hingga akhir tahun 2025.
Baca juga : Lampung Tutup Tahun dengan Inflasi 1,57 Persen, Komoditas Makanan Mendominasi
Optimisme ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung, Junanto Herdiawan, dalam keterangan resminya, Sabtu, 4 Januari 2025.
“Kami optimis inflasi dapat terkendali, namun tetap diperlukan upaya mitigasi terhadap sejumlah risiko potensial yang dapat memengaruhi stabilitas harga,” ujar Junanto.
Ia mengungkapkan, beberapa faktor yang perlu diantisipasi untuk menjaga inflasi tetap stabil, meliputi inflasi inti (core inflation), inflasi makanan bergejolak (volatile food), serta inflasi harga yang diatur pemerintah (administered price).
Menurutnya, upaya mitigasi yang terukur sangat diperlukan untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga, sehingga tidak berdampak negatif pada perekonomian daerah.
Baca juga : Mesuji dan Bandarlampung Masuk 20 Besar Inflasi Transportasi Nasional
Strategi 4K untuk Kendalikan Inflasi
Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung terus mengimplementasikan strategi 4K.
Yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
Strategi ini dinilai mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mencegah lonjakan inflasi.
“Kami terus berupaya memastikan pasokan barang mencukupi dan distribusinya berjalan lancar, khususnya pada komoditas pangan strategis.
“Langkah ini sangat penting untuk menekan potensi gejolak harga,” ujar Junanto.
Ia menambahkan, komunikasi yang efektif kepada masyarakat juga menjadi elemen penting dalam strategi pengendalian inflasi.
Informasi terkait harga dan ketersediaan barang harus disampaikan secara transparan agar masyarakat tidak terpengaruh oleh spekulasi yang dapat memicu lonjakan harga.
Kolaborasi Lintas Sektor
Junanto menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas inflasi.
Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai sebagai kunci keberhasilan pengendalian inflasi di Lampung.
Baca juga : Inflasi Lampung November 2024 Tercatat 1,50 Persen, Dipicu Makanan dan Minuman
“Semua pihak harus berperan aktif. Pemerintah harus memastikan kebijakan yang mendukung stabilitas harga, pelaku usaha menjaga pasokan dan distribusi.
“Sementara masyarakat diharapkan lebih bijak dalam berbelanja, khususnya saat menghadapi momen-momen tertentu seperti hari besar keagamaan,” jelasnya.
Junanto juga mengapresiasi langkah-langkah TPID Lampung yang terus berinovasi dalam menjaga stabilitas harga di tingkat daerah.
Salah satu inovasi yang sedang diupayakan adalah memperluas kerja sama antar-daerah (KAD) untuk memperkuat ketersediaan pasokan pangan.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Kendalikan Inflasi di Lampung
Dengan upaya yang terkoordinasi dan sinergi yang baik, Junanto optimis inflasi yang terkendali dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Lampung yang inklusif dan berkelanjutan.
“Stabilitas inflasi bukan hanya soal harga, tetapi juga menyangkut daya beli masyarakat dan kesejahteraan ekonomi.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga hal ini bersama seluruh pihak terkait,” tutupnya.
Melalui sinergi lintas sektor yang solid, Lampung diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonominya di tengah dinamika global, sekaligus menjadi contoh pengelolaan inflasi yang efektif di tingkat nasional.
Baca juga : Bawang Merah dan Kopi Bubuk Dongkrak Inflasi Lampung Oktober 2024





Lappung Media Network