Lappung – 100 hari Mirza-Jihan Lampung genjot hilirisasi pertanian.
Genap 100 hari menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela langsung tancap gas mendorong hilirisasi sektor pertanian sebagai program prioritas.
Baca juga : Sang Pelita Lampung: Untuk Iyai Mirza, Karya Mahendra Utama
Langkah awal pemerintahan Mirza–Jihan ini ditandai dengan penyaluran 24 unit mesin pengering gabah (dryer).
Juga 4 unit mesin penepung mocaf (modified cassava flour) kepada kelompok tani dan BUMDes di 10 kabupaten/kota.
Program ini bukan sekadar distribusi alat pascapanen, tapi menjadi bagian dari strategi besar Lampung menuju industrialisasi pertanian berbasis desa.
“Petani kita harus naik kelas, bukan lagi sekadar produsen bahan mentah.
“Dengan alat ini, mereka bisa mengolah, menyimpan.
“Bahkan menjual hasil panennya dengan nilai tambah lebih tinggi,” kata Gubernur Mirza, dikutip pada Senin, 26 Mei 2025.
Mesin dryer yang disalurkan memiliki kapasitas hingga 20 ton.
Alat ini mampu mempercepat proses pengeringan gabah dari 36 jam menjadi hanya 12 jam.
Baca juga : Mirza Bawa JAKI ke Lampung, Kerja Sama dengan Pramono Anung Diresmikan
Dengan total 24 unit yang tersebar, kapasitas pengolahan gabah bisa mencapai 480 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hari.
Tak hanya itu, dengan menjual gabah dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG), petani bisa memperoleh tambahan penghasilan hingga Rp550 per kilogram.
Inisiatif ini juga membuka peluang usaha baru bagi BUMDes dan koperasi tani.
Tak hanya dipakai sendiri, mesin dryer bisa menjadi layanan komersial pengeringan gabah bagi petani lain.
Koperasi Pertanian Serbajadi di Kecamatan Natar sudah membuktikan efisiensi alat ini.
Hasil gabah yang dikeringkan lebih stabil, dan kualitasnya lebih baik untuk diserap industri penggilingan beras.
Sementara itu, untuk komoditas singkong, Pemprov Lampung menyalurkan empat unit mesin penepung mocaf ke Lampung Tengah, Lampung Timur, Way Kanan, dan Lampung Utara.
Mocaf merupakan produk fermentasi dari singkong yang bernilai ekonomi lebih tinggi dibanding singkong segar.
Dengan alat ini, petani bisa meraih margin keuntungan hingga 67,2 persen atau setara Rp6.394 per kilogram.
“Tepung mocaf ini bisa jadi alternatif pangan sehat, bahkan bisa menggantikan tepung terigu. Nilainya lebih tinggi dan pasarnya terbuka,” ujar Mirza, yang pernah menjabat Ketua HKTI Lampung selama 10 tahun.
Potensi Besar
Sebagai lumbung singkong nasional, Lampung mencatat produksi mencapai 7 juta ton pada 2025.
Sementara untuk komoditas padi, target produksi tahun ini ditetapkan 3,5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), dengan luas tanam mencapai 1 juta hektare lebih.
Kabupaten Lampung Tengah menjadi sentra produksi padi tertinggi, disusul Lampung Timur dan Tulang Bawang.
Baca juga : 2 Tahun Lagi, Gubernur Mirza Janji Jalan Mulus di Seluruh Lampung
“Dengan potensi sebesar ini, kita tidak bisa terus bergantung pada cara lama. Hilirisasi adalah jalan agar petani untung dan desa tumbuh,” timpal Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung, Evie Fatmawaty.
Evie menambahkan, Pemprov Lampung akan melanjutkan pembangunan infrastruktur pertanian modern seperti silo penyimpanan, pabrik tepung jagung, konsentrat ternak, hingga pengolahan ikan di tingkat kecamatan.
“Kalau petani bisa mengolah sendiri hasil panennya, mereka tidak lagi tergantung tengkulak. Ini bukan soal alat saja, tapi soal kedaulatan ekonomi petani,” kata Evie.
100 Hari Mirza-Jihan Lampung Genjot Hilirisasi Pertanian
Langkah 100 hari ini dinilai sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Terutama dalam hal penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi melalui hilirisasi produk lokal.
Ke depan, Pemprov Lampung menargetkan desa-desa pertanian menjadi pusat kegiatan ekonomi berbasis komoditas.
Petani bukan hanya sebagai produsen, tetapi juga bagian dari rantai industri pangan.
“Visi kami jelas, pertanian maju, petani untung, dan ekonomi desa bergerak. Ini baru permulaan,” tutup Gubernur Mirza.
Baca juga : Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela Resmi Pimpin Lampung Periode 2025-2030





Lappung Media Network