Lappung – Aktivis Chaerudin Affan jabat Komisaris anak usaha Pelindo.
Kabar baru datang dari dunia badan usaha milik negara (BUMN).
Baca juga : Raih 10 Penghargaan Kemenhub, ASDP Jadi Operator Layanan Prima Terbanyak
Chaerudin Affan, sosok yang lebih dikenal sebagai aktivis kampus dan akademisi, resmi ditunjuk menjabat sebagai Komisaris Independen di PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), anak perusahaan strategis di bawah naungan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).
Penunjukan ini menjadi sorotan karena latar belakang Chaerudin yang unik untuk posisi di industri kepelabuhanan.
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya Pelindo untuk membawa perspektif segar dalam tata kelola perusahaan pasca-merger.
Pengangkatan Chaerudin Affan ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 21 Oktober 2024. Keputusan tersebut tertuang dalam dua surat, yaitu:
- Surat Nomor: HM.03.03/21/10/3/PAPU/DRTU/PLTP-24
- Surat Keputusan Direksi IPC TPK Nomor: SK.03/21/10/1/DIRU/DIRU/PII-24
Baca juga : Lampung Dinilai Ideal Jadi Pilot Project Smart Farming China
Sebagai informasi, IPC TPK merupakan salah satu operator terminal petikemas terbesar di Indonesia yang memiliki peran vital dalam kelancaran arus logistik nasional.
Dari Kampus dan Riset ke Korporasi
Jejak rekam Chaerudin Affan memang kontras dengan latar belakang para teknokrat di industri pelabuhan pada umumnya.
Pria kelahiran Jakarta, 14 Juni 1988, ini tumbuh di lingkungan akademis dan pemikiran kebijakan sosial.
Ia menamatkan pendidikan sarjananya di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, sebelum melanjutkan studi dan meraih gelar magister Ilmu Kesejahteraan Sosial dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI).
Sebelum masuk ke jajaran BUMN, ia aktif sebagai Direktur Pusat Kajian Kepemudaan (PUSKAMUDA) FISIP UI.
Selain itu, namanya juga tercatat dalam jajaran Dewan Pakar Dewan Ketahanan Nasional RI (Wantannas) untuk periode 2020–2023, menunjukkan kapasitasnya dalam analisis kebijakan strategis.
Aktivis Chaerudin Affan Jabat Komisaris Anak Usaha Pelindo
Kehadiran seorang pemikir sosial di kursi Komisaris Independen diharapkan dapat membawa angin segar.
Baca juga : Nasim Khan Terima Kunjungan Mitratani Dua Tujuh, Dukung Peningkatan Kesejahteraan Petani
Chaerudin diproyeksikan akan memperkuat fungsi pengawasan dari sudut pandang yang berbeda, dengan fokus pada akuntabilitas, keterbukaan publik, serta penguatan budaya kerja yang berorientasi pada kepentingan nasional.
Dalam sebuah kesempatan, Chaerudin pernah menyuarakan visinya tentang peran generasi muda dalam pembangunan.
“Anak muda harus menjadi bagian dari wajah baru Indonesia, tidak sekadar penonton dalam transformasi ekonomi, tapi pemain utama di dalamnya,” ungkapnya.
Penunjukan ini bukan hanya sekadar pengisian jabatan, tetapi juga menjadi simbol regenerasi di tubuh BUMN.
Kisah Chaerudin Affan memberikan inspirasi bahwa jalan pengabdian untuk negeri bisa ditempuh melalui berbagai jalur, dari aktivisme kritis di kampus hingga peran strategis di dunia korporasi.
Kehadirannya di IPC TPK membawa harapan baru bagi industri kepelabuhanan Indonesia untuk terus berkembang menjadi lebih inklusif, transparan, dan berorientasi pada masa depan.
Baca juga : BRI Komitmen Lawan Fraud, Bongkar Kasus Korupsi KUR Rp2 Miliar di Bandarlampung





Lappung Media Network