Lappung – Polres Tulang Bawang berhasil meringkus Hariyanto (43), pria yang diduga kuat menjadi pelaku pembunuhan dan pemerkosaan terhadap RAZ (10), seorang bocah perempuan di Kecamatan Gedung Meneng, Tulang Bawang, Lampung.
Kasus keji ini memicu kemarahan publik, termasuk dari anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka yang mendesak pelaku dihukum seberat-beratnya.
Baca juga : 5 Musuh Utama Anak Indonesia Disorot di Peringatan HAN ke-41
Peristiwa tragis itu terungkap setelah ibu korban, seorang buruh perkebunan, pulang kerja dan tidak menemukan putrinya di rumah.
Setelah pencarian bersama warga, Z ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di sebuah bedeng kosong yang terkunci.
Kasatreskrim Polres Tulang Bawang, AKP Noviarif Kurniawan, mengonfirmasi bahwa korban tewas dalam kondisi mengenaskan.
“Korban ditemukan tertutup karpet. Dari hasil penyelidikan awal, korban bukan hanya dibunuh, tapi juga diperkosa oleh pelaku,” ujar AKP Noviarif, Kamis, 24 Juli 2025.
Modus yang digunakan pelaku terbilang licik. Hariyanto membujuk korban dengan iming-iming akan membelikannya jajanan bakwan.
Baca juga : Jasad Tanpa Kepala di Pantai Limau Tanggamus, Keluarga Jakarta Yakin Itu Anaknya
Setelah berhasil memperdaya korban, pelaku melancarkan aksi bejatnya hingga bocah malang itu meregang nyawa.
Rieke Diah Pitaloka Marah
Kabar kekejian ini sampai ke telinga Rieke Diah Pitaloka setelah ia menonton siniar (podcast) Denny Sumargo yang mengangkat kasus tersebut.
Aktris yang kini menjadi wakil rakyat itu tak bisa menahan amarahnya.
“Aku sampai gemes banget lihat foto si pelakunya, si Hari itu! Ini predator anak, jangan dibiarkan berkeliaran,” tegas Rieke melalui akun media sosialnya, Kamis, 24 Juli 2025.
Ia secara langsung meminta atensi Kapolri dan jajaran Kepolisian Republik Indonesia untuk memprioritaskan kasus ini dan mengerahkan segala upaya untuk menghukum pelaku.
Baca juga : Ironi 3 Tahun UU TPKS, Korban Anak di Lampung Belum Pernah Dapat Ganti Rugi
“Polisi ayo bergerak. Siapapun yang melihat si Hari, langsung tangkap dan bawa ke kantor polisi. Kasih sanksi seberat-beratnya,” serunya.
Penyebab Kematian
Meski Hariyanto telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, penyidik masih terus mendalami kasus ini.
Salah satu fokus utama adalah mencari tahu penyebab pasti kematian korban.
Saat ditemukan, dari mulut korban sempat mengeluarkan busa.
“Itu bisa dipicu berbagai faktor, seperti gangguan pernapasan, benturan, atau reaksi zat tertentu. Kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikannya,” jelas AKP Noviarif.
Kini, Hariyanto harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dan terancam hukuman maksimal atas kejahatan ganda yang dilakukannya.
Baca juga : KDRT Berujung Maut, Lansia 77 Tahun di Tubaba Tewas Dipukul Cobek oleh Anak Tiri





Lappung Media Network