Lappung – Kawanan Citra atau kelompok gajah liar rusak perkebunan warga di Pekon Sedayu Semaka Tanggamus.
1 kelompok gajah liar yang biasa dipanggil kawanan Citra berjumlah 10 ekor, kembali masuk ke area perkebunan warga di Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Tanggamus.
Baca juga : Gajah Mambo di Taman Nasional Way Kambas Mati, Tim Medis Lakukan Nekropsi
Kawanan gajah liar tersebut diketahui sudah masuk ke areal perkebunan warga sejak Minggu, 30 Juli 2023 lalu sampai sekarang.
Akibat masuknya gajah itu, 6 hektar berbagai jenis tanaman di perkebunan warga menjadi rusak.
Sehingga warga pekon setempat setiap malam atau menjelang magrib mereka harus berjaga untuk menghalau kawanan gajah.
Guna mengetahui kondisi tersebut, Polres Tanggamus melalui Kabag Ops AKP Sarwani, Kasat Samapta dan Kasi Humas Iptu M Yusuf serta sejumlah personel mendatangi lokasi.
Tim didampingi warga setempat meninjau satu persatu jalan masuk gajah dan kerusakan yang ditimbulkan.
Bahkan warga disana menunjukan alat-alat penghalau gajah hingga rumah pohon tempat warga memantau gajah.
Baca juga : Perusak Hutan Mangrove di Pesisir Bandarlampung Ditangkap
Tampak di lokasi, sisa kerusakan akibat gajah liar, bahkan tampak bekas putusnya kabel PLN menuju Pekon Wargomulyo.
Hal itu akibat tarikan gajah, sebab kabel listrik berada di lintasan mereka, kabel juga terlihat rendah, namun telah tersambung kembali oleh petugas PLN.
Kasi Humas Polres Tanggamus, Iptu M Yusuf mengatakan, pihaknya mendatangi lokasi atas informasi masyarakat.
Yang menyebutkan adanya gajah liar masuk ke perkebunan warga.
Sehingga diketahui bahwa daerah tersebut merupakan perbatasan hutan kawasan dan tanah marga.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian masuknya gajah tersebut, hanya kerusakan tanaman,” kata Yusuf, Jumat, 3 Agustus 2023.
Yusuf menegaskan, tidak ada korban jiwa saat warga menghalau gajah tersebut.
Namun, berdasarkan informasi warga bahwa ada tanaman yang dirusak sebanyak 6 hektar.
“Menurut warga ada 6 hektar yang dirusak berupa palawija maupun tanaman berupa petai dan sebagainya,” jelas Yusuf.
Baca juga : Jalan Lampung Rusak Dinilai Wajar
Atas hal itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat menghalau kawanan gajah tersebut.
Gajah liar rusak perkebunan warga di Semaka Tanggamus
Sementara, menurut keterangan Sutrisno selaku Kadus 03, Tumpak Bayur Pekon Sedayu, Semaka, bahwa gajah mulai masuk pada tanggal 27 Juli 2023.
“Untuk kerugian warga sekitar 5-6 hektar, dengan jenis tanaman alpukat, petai, durian, jagung dan singkong,” kata Sutrisno.
Sutrisno menyebut bahwa pengusiran awal gajah menggunakan petasan dan juga obor, sebab gajah takut terhadap api juga menghidupkan api pada lintasan gajah.
“Untuk sekarang informasinya gajah sudah masuk ke kawasan pemerihan,” ucapnya.
Atas kejadian ini, warga berharap adanya perhatian pemerintah terhadap nasib para petani dengan melakukan langkah-langkah terbaik.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas perhatian Polres Tanggamus yang telah meninjau lokasi tersebut.
Baca juga : Gegara Infrastruktur Jalan Rusak, Sidang Perkara Korupsi Jalan Insinyur Sutami Ditunda
