Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Syukur Jalan Raya

    Syukur Jalan Raya

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    01/07/2025
    in Gaya Hidup
    Syukur Jalan Raya

    Pemandangan Gunung Raung di Banyuwangi Jawa Timur. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Puisi Syukur Jalan Raya karya Mahendra Utama.

    Puisi Syukur Jalan Raya adalah refleksi spiritual dan emosional seorang ayah dan kepala keluarga yang melakukan perjalanan darat lintas kota bersama istri dan 2 anaknya.

    Baca juga : Sang Pelurus Asam Pucuk, Puisi untuk Guru Besar PTPN

    Dari Bandarlampung hingga Banyuwangi, setiap persinggahan menjadi simbol dari kenangan, rasa syukur, dan kebersamaan yang semakin erat dalam lingkup keluarga.

    Mahendra Utama tidak hanya mendeskripsikan rute perjalanan fisik, tetapi juga menghadirkan pengalaman batin yang penuh makna, di mana alam, kota, dan manusia bersatu dalam harmoni ciptaan Tuhan.

    Setiap bait mengalirkan rasa syukur mendalam kepada Allah SWT atas nikmat hidup, keluarga, dan keindahan Indonesia.

    Baca juga : Senja Kopi di Pelukan Malang

    Gunung Raung yang berdiri megah, aroma kopi Ijen, hingga asap cerutu Jember bukan sekadar objek perjalanan, tetapi menjadi simbol keindahan hidup yang patut disyukuri.

    Puisi ini mengajak pembaca untuk merenungi arti perjalanan sebagai anugerah, bukan hanya sebagai perpindahan ruang, tetapi juga penguatan ikatan kasih dan kesadaran spiritual.

    Di akhir puisi, Mahendra menutup dengan pujian penuh takzim kepada Tuhan, seolah menyampaikan bahwa seluruh kisah ini adalah titipan dan karunia dari Sang Maha Pengatur Takdir.

    Baca juga : Affan, Lurus Jalan, Terang Laku

    Syukur Jalan Raya

    Karya: Mahendra Utama

     

    Dengan istri setia, dua cahaya mata,

    Arya Bangsa Satyamahendra, Anindra Citra Artika,

    Kami meluncur dari Bandar Lampung nan jauh,

    Di bulan Juni, menyambut pagi baru.

     

    Depok menyambut, Solo merangkul,

    Surabaya, empat malam, menjadi rumah kedua.

    Jembatan Suramadu, megah di bangun senja,

    Menyambangi Bangkalan, menatap samudra.

     

    Malang yang sejuk, sepoi menyapa jiwa,

    Kota apel, kenangan bertambah di dada.

    Lalu Jember membentang, jalan berliku,

    Menuju Banyuwangi, impian yang selalu baru.

     

    Kokoon Banyuwangi, satu malam beristirah,

    Pagi menyingsing, hadiah terindah terpampang nyata:

    Gunung Raung perkasa, teguh di ufuk timur,

    Berkabut putih, Maha Karya Sang Pencipta alam semesta.

     

    Di pelataran hangat, seruput Kopi Ijen,

    Aroma harum, nikmat tiada tandingan.

    Asap Cerutu Jember, melayang perlahan,

    Menyatu dengan syukur, dalam hening pagi nan jernih.

     

    MasyaAllah… Betapa sempurna karunia-Mu,

    Tabarakallah… Kekayaan cinta yang Kau tuang ruah.

    Perjalanan ini, ikatan keluarga yang kian rajut,

    Pemandangan menakjubkan, napas kehidupan yang terus mengalir.

     

    Syukur, ya Rabb, untuk setiap langkah kaki,

    Untuk tawa anak-anak, hangatnya sang istri tercinta.

    Untuk jalan raya yang membawa kami menjelajah,

    Untuk gunung, kopi, cerutu, dan semua rasa.

     

    Nikmat-Mu, ya Allah, bagai samudra tak bertepi,

    Kami, hamba kecil, hanya mampu memuji.

    Terima kasih atas perjalanan penuh makna ini,

    Atas berkah keluarga, dan kebahagiaan sejati.

     

    Surabaya, Malang, Banyuwangi nan permai,

    Tercatat abadi dalam kalbu kami.

    Segala puji hanya bagi-Mu, Tuhan Semesta Alam,

    Pengukir kisah indah, Mahendra Utama dan sang keluarga.

    Baca juga : Seratus Hari Cahaya Nusantara

    Tags: Cerutu JemberGunung RaungJalan Raya IndonesiaKopi IjenMahendra UtamaPuisi Keluarga BahagiaPuisi Modern IndonesiaPuisi PerjalananPuisi SpiritualSurabaya Ke BanyuwangiWisata BanyuwangiWisata Religi
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Sungai Way Semaka Tanggamus Kembali Makan Korban, Lansia Tewas Diterkam Buaya

    Next Post

    Pemodal Mafia Tanah Aset Kemenag di Lampung Selatan Resmi Ditahan

    Related Posts

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama
    Gaya Hidup

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama

    11/03/2026
    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung
    Gaya Hidup

    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung

    22/02/2026
    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai
    Gaya Hidup

    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai

    20/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved