Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Untuk Kepergian Ibu Hajjah Nur Chayati, Karya: Mahendra Utama 

    Untuk Kepergian Ibu Hajjah Nur Chayati, Karya: Mahendra Utama 

    Irjen by Irjen
    31/12/2025
    in Gaya Hidup
    Untuk Kepergian Ibu Hajjah Nur Chayati, Karya: Mahendra Utama 

    Ucapan Duka dari Presiden Prabowo Subianto. Foto: Arsip pribadi AA

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Puisi ini merupakan sebuah elegi (syair duka cita) yang mendalam atas berpulangnya Ibu Hajjah Nur Chayati, ibunda dari tokoh bernama Andre Abdullah.

    Penulis menggambarkan suasana duka yang terasa lintas benua, menghubungkan Sydney (tempat sang anak berjuang) dan tanah Jawa (asal muasal).

    Baca juga : Selayar Rasa di Empat Perhentian, Karya: Mahendra Utama

    Secara emosional, puisi ini melukiskan sosok Ibu bukan sekadar orang tua, melainkan sumbu atau sumber kekuatan spiritual yang membuat sang anak (Andre) mampu bersinar sebagai pelita dan pemimpin di perantauan.

    Rasa kehilangan digambarkan begitu hebat hingga langit seolah runtuh, menandakan betapa vitalnya peran nasehat dan doa sang Ibu selama ini.

    Selain ekspresi duka pribadi, puisi ini juga mengangkat dimensi perjuangan dan kebanggaan.

    Penulis menghibur sahabatnya dengan menegaskan bahwa sang Ibu pergi dengan rasa bangga karena telah membesarkan seorang pejuang.

    Ada penekanan kuat pada peran Andre Abdullah sebagai tokoh diaspora di Australia yang aktif dalam pergerakan politik (disebutkan kaitannya dengan DPLN Partai Gerindra dan visi Prabowo).

    Pesan akhirnya adalah sebuah janji keteguhan hati: bahwa meski sang Ibu telah tiada, semangat dan nilai-nilai yang ditanamkannya akan terus hidup dalam setiap langkah perjuangan sang anak bagi Indonesia.

    Baca juga : Di Bawah Langit Merah Kemakmuran, Karya: Mahendra Utama

    UNTUK KEPERGIAN IBU HAJJAH NUR CHAYATI

    Karya: Mahendra Utama

     

    Fajar itu tiba dengan bisu, Ibu…

    Di langit Sydney kabut berarak pelan

    Membawa namamu: Hajjah Nur Chayati

    Yang harumnya melebihi misk di serambi Mekah

    Dan kini terserak di antara doa-doa yang tertunda.

     

    Kita merindu sebelum benar-benar kehilangan,

    Tapi ini, Ibu… ini perpisahan yang sesungguhnya.

    Bumi Australia, tempat Andre bersahabat dengan angin jauh,

    Menggenggam kepingan duka dari tanah Jawa.

    Di sini, di ruang-ruang rapat yang sunyi,

    Suaramu masih berdegup dalam setiap strategi,

    Dalam setiap gagasan besar yang disuarakan anakmu

    Untuk tanah air yang selalu rindu akan perubahan.

     

    Andre Abdullah, sahabat, tangan yang menjulang

    Menerjemahkan visi di bumi rantau…

    Kau adalah pelita di senja yang panjang,

    Dan Ibu adalah sumbu yang tak pernah padam.

    Kini, pelita itu gemetar.

    Kita kehilangan akar yang diam-diam memberi daun,

    Kehilangan senyum yang menjadi semangat

    Di balik layar perjuangan.

     

    Aku terduduk hening.

    Tak ada kata yang cukup berat untuk menahan langit

    Yang runtuh perlahan. Kita sama-sama menatap kosong

    Pada ponsel yang tak lagi berdering dengan nasehat Ibu,

    Pada foto-foto di mana Ibu tersenyum tenang

    Di balik setiap capaian, di balik setiap suara

    Yang membahana dari Sydney untuk Indonesia.

     

    Ibu…

    Perjalanan haji telah tamat, tapi pahala tetap mengalir

    Dari anak yang Ibu tinggalkan: pejuang yang tak kenal lelah,

    Penyambung lidah kaum perantau yang cinta tanah air.

    Betapa bahagianya Ibu, telah melepas seorang anak

    Yang menjadi sahabat bagi banyak orang,

    Yang menjadi benteng bagi ide-ide besar Prabowo,

    Yang menjadikan “Gerindra” tak sekadar nama,

    Tapi napas di negeri seberang.

     

    Tidurlah, Ibu…

    Di surga yang luasnya tak terkira.

    Doa kami mengiringi, rindu kami membentang

    Seperti jalur penerbangan Sydney-Jakarta yang tak pernah putus.

    Dan kita yang tinggal, akan terus berjalan

    Membawa cahaya yang Ibu tanam di hati Andre,

    Menjadi penerus yang tak mau Ibu kecewa.

     

    Untuk Ibu Hajjah Nur Chayati, Ibunda Haji Andre Abdullah.

    Aku yang berduka, turut merasakan luruhnya salah satu pilar di hati sahabatku dan seluruh keluarga besar DPLN Partai Gerindra.

    Baca juga : Untuk Hajjah Balqis Aliyah Sang Pelita yang Kembali

    Tags: Andre AbdullahBerita Duka GerindraDiaspora Indonesia SydneyDPLN Gerindra AustraliaHajjah Nur ChayatiMahendra UtamaPuisi Duka CitaPuisi PerjuanganSastra IndonesiaTokoh Masyarakat Indonesia di Australia
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Strategi Pengendalian Inflasi: Menjaga Stabilitas Harga Cabai di Lampung 2025

    Next Post

    Proyeksi Ekonomi Lampung 2026: Pertumbuhan 5,7 Persen dengan Sektor Pertanian Tetap Dominan

    Related Posts

    Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara
    Gaya Hidup

    Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

    30/05/2026
    5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen
    Gaya Hidup

    5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

    29/05/2026
    Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta
    Gaya Hidup

    Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

    28/05/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Gubernur Mirza Prioritas Perbaiki Jalan

      7 Alasan Logis Gubernur Mirza Prioritas Perbaiki Jalan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Jejak Hilirisasi di Tiga Desa: Mengawal Mesin Pengering, Menuai Kesejahteraan Petani Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Hilirisasi Berbasis Rawa: Strategi Mesuji Lepas dari Kutukan Komoditas

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Capaian Gemilang 16 Bulan Mirza Jihan Pimpin Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved