Lappung – Arinal-Sutono janji pendidikan gratis sementara Mirza-Jihan soroti biaya sekolah mahal.
Debat publik terakhir Pilgub Lampung 2024 berlangsung panas di Hotel Novotel, Selasa, 19 November 2024.
Baca juga : Bawaslu: Paslon Pilgub Lampung Dominasi Kampanye Tatap Muka, Bukan Medsos
Kedua pasangan calon (paslon) saling adu gagasan dalam tema besar pendidikan, kesehatan, pertanian, dan lingkungan.
Sorotan utama pada sektor pendidikan menjadi perhatian publik, dengan masing-masing paslon menawarkan solusi berbeda terhadap masalah yang selama ini dihadapi masyarakat Lampung.
Paslon nomor urut 1, Arinal Djunaidi-Sutono, mengumbar janji besar berupa pendidikan gratis bagi siswa miskin, terutama di wilayah perdesaan.
Arinal menyatakan bahwa pendidikan adalah fondasi untuk membangun generasi Lampung yang maju dan berdaya saing.
“Masih banyak wilayah perdesaan di Lampung yang minim akses pendidikan.
“Kami akan menggratiskan pendidikan bagi siswa kurang mampu.
“Sekaligus memberikan beasiswa untuk siswa berprestasi agar mereka bisa melanjutkan pendidikan tanpa membebani orang tua,” tegas Arinal.
Paslon ini juga menyoroti pentingnya pengembangan sarana prasarana di sekolah-sekolah terpencil serta menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.
Baca juga : Debat Pilgub Lampung 2024: Visi Infrastruktur dan Pembangunan Sektor Pertanian
Sementara itu, paslon nomor urut 2, Rahmat Mirzani Djausal-Jihan Nurlela, mengkritik tajam ketimpangan akses pendidikan di Lampung.
Menurut Mirza, perbandingan jumlah SMP dengan SMA/SMK di provinsi ini sangat timpang, menyebabkan banyak lulusan SMP tidak mampu melanjutkan pendidikan.
“Di Lampung, ada sekitar 1.400 SMP, tetapi jumlah SMA/SMK hanya 1.000.
“Ketimpangan ini membuat ribuan siswa kehilangan peluang melanjutkan pendidikan.
“Kami akan memastikan setiap lulusan SMP memiliki akses ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Mirza.
Tak hanya itu, Mirza-Jihan juga berjanji menurunkan biaya pendidikan yang dianggap memberatkan, khususnya di sekolah negeri.
Mereka menyoroti tingginya pungutan uang komite yang seringkali lebih mahal dibandingkan biaya di sekolah swasta.
“Tidak masuk akal jika sekolah negeri lebih mahal dari sekolah swasta.
“Kami akan menghapus pungutan yang tidak jelas dan memastikan pendidikan menjadi lebih terjangkau bagi semua,” tegas Mirza.
Baca juga : Aturan Main Kampanye Pilgub Lampung 2024: Dari Zona Hingga Batas Massa
Adu Strategi untuk Masa Depan Lampung
Dalam sesi tanya jawab, Arinal-Sutono menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Mereka berkomitmen untuk memperluas program pendidikan gratis hingga tingkat SMA/SMK serta meningkatkan kesejahteraan guru di daerah terpencil.
Di sisi lain, Mirza-Jihan membawa pendekatan berbeda dengan memprioritaskan efisiensi anggaran untuk pendidikan.
“Kami tidak hanya bicara soal biaya, tetapi juga efektivitas. Pendidikan berkualitas harus didukung oleh kebijakan yang berpihak pada siswa dan guru,” kata Mirza.
Arinal-Sutono Janji Pendidikan Gratis Mirza-Jihan Soroti Biaya Sekolah Mahal
Debat ini menjadi panggung terakhir bagi kedua paslon untuk menarik simpati pemilih sebelum hari pencoblosan pada 27 November.
Dengan janji-janji besar di sektor pendidikan, masyarakat Lampung kini dihadapkan pada dua pilihan visi: pendidikan gratis untuk semua atau akses pendidikan yang lebih merata dan terjangkau.
Pilihan ada di tangan rakyat Lampung. Apakah janji pendidikan gratis Arinal-Sutono atau solusi konkret Mirza-Jihan yang akan membawa perubahan nyata? Rakyat akan menentukan jawabannya di bilik suara.
Baca juga : Duel Pilgub Lampung 2024: Mirza-Jihan Vs Arinal-Sutono, Siapa Jawara?
