Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » APH » DPP AKAR: 3 BUMD Lampung Gagal Total, Lebih Baik Dibubarkan!

    DPP AKAR: 3 BUMD Lampung Gagal Total, Lebih Baik Dibubarkan!

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    06/05/2025
    in APH
    DPP AKAR: 3 BUMD Lampung Gagal Total, Lebih Baik Dibubarkan!

    DPP AKAR Lampung melontarkan penilaian keras bahwa 3 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Lampung telah gagal total. Foto: Dokumentasi AKAR Lampung

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – DPP AKAR sebut 3 BUMD Lampung gagal total dan lebih baik dibubarkan.

    Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Komunitas Aksi Rakyat (DPP AKAR) Lampung melontarkan penilaian keras bahwa 3 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Lampung telah gagal total.

    Baca juga : Gaji Tak Dibayar, 7 Eks Pekerja PT Wahana Raharja Gugat BUMD Lampung

    Berdasarkan penilaian tersebut, DPP AKAR mendesak Gubernur Lampung untuk segera membubarkan ketiga BUMD itu.

    Yakni, PT Lampung Energi Berjaya (LEB), PT Lampung Jasa Utama (LJU), dan PT Wahana Raharja, yang dinilai hanya membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tanpa kontribusi berarti.

    Penilaian gagal total ini, menurut DPP AKAR, terlihat dari berbagai indikator buruk yang terus mewarnai operasional ketiga BUMD tersebut.

    PT LJU dan PT LEB dilaporkan mengalami keterpurukan finansial parah hingga menunggak pembayaran gaji karyawan sampai 20 bulan lamanya.

    Sementara itu, PT Wahana Raharja, meskipun sempat mencatat keuntungan, angkanya sangat minim, hanya sekitar Rp14 juta pada tahun 2024, jauh dari ekspektasi sebuah BUMD yang seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

    Data keuangan historis BUMD-BUMD ini juga memperkuat penilaian tersebut.

    Baca juga : Raperda Pembentukan BUMD PT LJU Disetujui

    Antara tahun 2018 hingga 2022, ketiganya konsisten mencatat kerugian miliaran rupiah setiap tahunnya. Angka kerugian tertinggi mencapai Rp2,51 miliar di tahun 2021.

    Total kerugian selama periode tersebut menunjukkan beban finansial yang signifikan bagi APBD Lampung.

    PT Wahana Raharja sempat membukukan laba Rp75,48 juta pada 2023, namun perolehan keuntungannya kembali anjlok drastis ke Rp14,38 juta di tahun 2024.

    Khusus PT LEB, kondisi gagal total ini diperparah dengan adanya dugaan kasus korupsi yang melibatkan jajaran direksi.

    Kasus yang hingga kini belum jelas penyelesaian hukumnya ini, menurut DPP AKAR, turut berdampak langsung pada kondisi karyawan, termasuk tertundanya pembayaran gaji mereka.

    Ketua DPP AKAR Lampung, Indra Musta’in, menegaskan bahwa kondisi ini adalah bukti nyata buruknya tata kelola, lemahnya pengawasan, dan kegagalan BUMD dalam menjalankan fungsinya.

    “Melihat kondisi gagal total ini, kami mendesak Gubernur Lampung untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PT LEB, PT LJU, dan PT Wahana Raharja,” ujar Indra Musta’in, Selasa, 6 Mei 2025.

    Baca juga : Korupsi Dana Migas? Uang Miliaran Disita dari Bos PT LEB

    Indra melanjutkan, BUMD seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi daerah, bukan malah menjadi beban yang terus menyedot APBD.

    “Jika tidak mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, lebih baik ketiga BUMD ini dibubarkan saja,” tegasnya.

    “Keberadaannya hanya membebani APBD dan merugikan masyarakat Lampung,” tambahnya.

    Ia berpendapat, suntikan modal APBD yang terus diberikan kepada BUMD yang merugi lebih baik dialokasikan untuk sektor produktif yang langsung dirasakan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, atau infrastruktur.

    “BUMD seharusnya hadir untuk kesejahteraan masyarakat, bukan malah sebaliknya.

    “Jika tidak ada perbaikan signifikan, pembubaran adalah solusi terbaik untuk menghentikan kerugian lebih lanjut dan menyelamatkan APBD,” pungkas Indra.

    DPP AKAR: 3 BUMD Lampung Gagal Total, Lebih Baik Dibubarkan

    Selain desakan evaluasi dan pembubaran, DPP AKAR juga meminta Gubernur mengambil langkah tegas dengan memanggil direksi ketiga BUMD untuk mempertanggungjawabkan kinerja yang dinilai gagal total ini.

    Pihaknya berharap pemerintah provinsi segera mengambil tindakan konkret agar APBD dapat digunakan secara lebih efektif untuk kesejahteraan masyarakat Lampung.

    Baca juga : Mengenal PT Lampung Energi Berjaya: Profil, Misi, dan Pemimpin Visioner

    Tags: AKAR LampungBUMD LampungDPP AKAR LampungGubernur LampungLampungPT LEBPT LJUPT Wahana Raharja
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Rp18 Miliar Aset Korupsi Tol Sumatera Disita KPK di Lampung

    Next Post

    Korupsi Rp2 Miliar dan Kabur 8 Tahun, Eks Teller BRI Diringkus di Bandarlampung

    Related Posts

    Bantah Korupsi, Kuasa Hukum PT LEB Sebut Dakwaan Salah Alamat
    APH

    Bantah Korupsi, Kuasa Hukum PT LEB Sebut Dakwaan Salah Alamat

    05/02/2026
    Eks Karyawan Meninggal Belum Digaji, LBH Bandarlampung Tagih Tanggung Jawab Gubernur soal BUMD
    APH

    Eks Karyawan Meninggal Belum Digaji, LBH Bandarlampung Tagih Tanggung Jawab Gubernur soal BUMD

    26/01/2026
    Pusaran Kuasa dan Tanah di Waykanan: Membaca Kasus Raden Adipati Surya Melalui Lensa Patronase
    APH

    Pusaran Kuasa dan Tanah di Waykanan: Membaca Kasus Raden Adipati Surya Melalui Lensa Patronase

    22/01/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Selamat Tinggal Tiket Manual, ASDP Targetkan 100 Persen Digital Oktober Ini

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved