Lappung – Kakak beradik di Pesisir Barat Lampung tewas berpelukan dengan luka misterius.
Warga Pekon Baturaja, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, digemparkan oleh penemuan jasad 2 anak dalam kondisi berpelukan dan penuh luka pada Rabu, 14 Mei 2025, sekitar pukul 22.30 WIB.
Baca juga : Bak Zaman Kuno, Warga Pesisir Barat Lampung Gotong Pasien Lalui Medan Ekstrem
Kedua korban diketahui merupakan kakak beradik, AT (8) dan KK (5), anak dari pasangan Fir (32) dan istrinya.
Kronologi kejadian bermula saat kedua anak berpamitan kepada ibu mereka pada Rabu siang untuk bermain di sekitar perkebunan yang tidak jauh dari rumah.
Namun, hingga sore menjelang malam, keduanya tidak kunjung pulang.
Kekhawatiran mulai muncul, sehingga pada pukul 16.30 WIB, orang tua korban melapor kepada perangkat desa setempat.
Baca juga : 510 TKD di Pesisir Barat Dirumahkan, Imbas Regulasi Baru
Peratin Pekon Baturaja, Edwar Lin, mengatakan pihaknya bersama warga dan kepolisian langsung melakukan pencarian di berbagai lokasi, termasuk ke dalam area hutan.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 22.30 WIB, ketika seorang warga bernama Sahirin menemukan jasad kedua anak dalam kondisi tak bernyawa, saling berpelukan, dengan luka-luka mengerikan di tubuh mereka.
“Jasad keduanya langsung kami evakuasi ke RSUD KH Muhammad Thohir menggunakan ambulans dari Puskesmas Pugung Tampak untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Edwar Lin.
Baca juga : Dana Seret, Pembangunan RS Tipe C Pesisir Barat Lampung Terancam Molor
Kakak Beradik di Pesisir Barat Lampung Tewas Berpelukan dengan Luka Misterius
Sementara itu, Iptu Fabian Yafi Adinata, Kasat Reskrim Polres Pesisir Barat, membenarkan bahwa jenazah kedua korban telah dibawa ke RSUD KH Muhammad Thohir sebelum dipindahkan ke RS Bhayangkara Polda Lampung.
Proses autopsi di RS Bhayangkara bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai penyebab kematian.
“Kami masih melakukan pendalaman kasus ini dan akan membawa jasad korban ke RS Bhayangkara Polda Lampung.
“Hal ini penting agar penyebab pasti kematian dapat diketahui,” singkat Fabian.
Baca juga : Polisi di Pesisir Barat Jadi Tersangka Penyelundupan Benih Lobster





Lappung Media Network