Lappung – Puisi “Pahlawan dalam Sunyi” adalah sebuah penghormatan tulus yang ditujukan kepada sosok bernama Alaiddin pada hari ulang tahunnya yang ke-41.
Judulnya sendiri mengisyaratkan tema utama, sosok pahlawan yang bekerja dalam senyap, jauh dari sorotan publik dan tanpa mengharapkan pujian.
Baca juga : Sang Pelurus Asam Pucuk, Puisi untuk Guru Besar PTPN
Puisi ini menggambarkan Alaiddin sebagai seorang penegak hukum yang berintegritas tinggi, teguh, dan tidak pernah goyah dalam menjalankan tugasnya.
Mahendra Utama secara khusus menyoroti identitas keacehan Alaiddin dengan mengutip sebuah pepatah Aceh yang menekankan pentingnya menjaga ucapan dan sumpah.
Pepatah ini menjadi cerminan karakter Alaiddin yang digambarkan hidup dalam amanah, bahkan berani melawan “rakus tambang” untuk melindungi bumi dan rakyat.
Baca juga : Syukur Jalan Raya
Pada bagian kedua, puisi ini beralih dari pujian karakter menjadi untaian doa dan harapan yang mendalam.
Penulis mendoakan kesehatan, umur panjang, keberkahan, serta karier yang terus menanjak bagi Alaiddin.
Doa tersebut tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga meluas kepada keluarganya, mengharapkan kedamaian dan kehangatan cinta yang diibaratkan seperti “cahaya fajar di Krueng Raya” sebuah sentuhan puitis yang kembali mengikat pada latar belakang Aceh.
Secara keseluruhan, puisi ini adalah ungkapan kekaguman yang mendalam terhadap figur yang dianggap sebagai teladan dalam kesederhanaan, kekuatan, iman, dan pengabdian, menjadikannya sebuah ucapan selamat ulang tahun yang sarat makna dan sangat personal.
Baca juga : Senja Kopi di Pelukan Malang
Pahlawan dalam Sunyi
Oleh: Mahendra Utama – Komisaris Utama PT Deli Megapolitan Kawasan Bisnis
Di bawah langit Juli yang bersinar teduh,
Empat puluh satu tahun telah Engkau tempuh.
Langkah-langkahmu di bumi hukum tak pernah goyah,
Menjadi penegak keadilan, penuntun arah.
Dalam diam Aceh menitip pesan tua:
“Meunyoe peu teuleh, jaga tingkah; meunyoe peu kah, jaga sumpah.”
(Jika engkau bicara, timbang bijak; jika engkau bersumpah, jaga tegak.)
Dan engkau, Adinda Alaiddin, telah hidup dalam amanah itu,
Teguh tak tergoyahkan badai waktu.
Kau jaga bumi, lindungi rakyat dari rakus tambang,
Kau tinggalkan jejak hukum di medan yang garang.
Tak mencari pujian, tak meminta sanjung,
Hanya bekerja dalam diam, demi tanah yang agung.
Hari ini, dari hati yang tulus aku panjatkan doa:
Semoga Allah menjaga langkahmu di setiap masa.
Diberi sehat, panjang umur, dan limpahan berkah,
Dikaruniai karier yang menanjak tanpa cela dan celah.
Semoga keluarga Adinda Alaiddin selalu dalam damai,
Cinta tumbuh subur, hangat seperti cahaya fajar di Krueng Raya.
Semoga engkau bahagia dalam kesederhanaan dan kekuatan,
Sebagaimana seorang anak Aceh—gagah dalam iman dan pengabdian.
Selamat ulang tahun ke-41,
Wahai sosok teguh yang kami hormati dan kagumi.
Doa kami menyertaimu—
Hari ini, dan setiap detik yang akan datang.
Baca juga : Affan, Lurus Jalan, Terang Laku





Lappung Media Network