Lappung – Tak kuat menahan nafsu birahi hingga 2 kali cabuli anak tetangga, pemerkosa asal Kampung Sendang Agung ditangkap Polsek Seputih Mataram, pada Jumat (13/01/2023) siang.
Tekab 308 Polsek Seputih Mataram berhasil menangkap pemerkosa asal Kampung Sendang Agung berinisial AK (34) lantaran telah 2 kali mencabuli anak tetangga.
Baca Juga : Modus Cekoki Miras, Remaja Asal Seputih Banyak Perkosa Gadis Dibawah Umur
Pemerkosa asal Kampung Sendang Agung berinisial AK (34) ditangkap Polsek Seputih Mataram, pada Jumat (13/01/2023) siang atas laporan ibu kandung korban pada Polisi.
Baca Juga : 8 Kali Memperkosa Anak Tiri Sejak Kelas 1 SD, Warga Kelurahan Ketapang Panjang Ditangkap Polisi
Informasi penangkapan pemerkosa asal Kampung Sendang Agung berinisial AK (34) disampaikan Kapolsek Seputih Mataram, Iptu Yudi Kurniawan mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya pada awak media.
“Petugas telah mengamankan terduga pelaku pencabulan anak dibawah umur berinisial AK (34) warga Kampung Sendang Agung, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah, pada pada Jumat (13/01/2023) siang,” ujar Iptu Yudi Kurniawan, Senin (16/01/2023).
Iptu Yudi Kurniawan menuturkan pelaku AK (34) diduga telah 2 kali melakukan perbuatan cabul pada korban berinisial E (15) yang notabene adalah anak tetangganya.
Baca Juga : Pemerkosa Mawar Ditangkap Polisi Resor Lampung Utara
Aksi cabul pemerkosa asal Kampung Sendang Agung berinisial AK (34) terungkap, setelah korban E (15) menceritakan kejadian itu pada ibunya dan melaporkan kasus ini ke Mapolsek Seputih Mataram, pada Sabtu (07/01/2023).
“Ya benar, berbekal laporan ibu korban yang tidak terima atas perbuatan AK (34) terhadap putrinya, pelaku sudah kami tangkap saat berada di kediamannya tanpa perlawanan,” tandas Iptu Yudi Kurniawan.
Baca Juga : Polisi Tangkap Pemerkosa di Tiyuh Kagungan Ratu
Kini, pelaku AK (34) berikut barang bukti berupa pakaian milik korban telah diamankan di Mapolsek Seputih Mataran guna penyidikan lebih lanjut.
“Pelaku AK (34) dijerat Pasal 76 D Jo 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkas dia.





Lappung Media Network